Ruang Sidang, Diputar Ulang
Ruangan yang dulu menegangkan, kini bertepuk tangan
- Setiap ruang menyimpan satu momen sidang yang ia menangkan
- Puncaknya: kata LULUS turun dalam cahaya penuh
- Ruang terakhir menyimpan ucapan bangga darimu
Rayakan babak yang ia perjuangkan
Empat tahun begadang, revisi, dan hampir menyerah. Toga hanya dipakai sehari; perjalanan menuju hari itu layak disimpan selamanya. Susun ulang perjalanannya, dari maba sampai sidang.
Sebut judul skripsinya dengan benar. Itu saja sudah membuatnya terharu.
Ruangan yang dulu menegangkan, kini bertepuk tangan
Judul panjang itu akhirnya tampil seperti film besar
Foto wisuda di depan, jam dua pagi di baliknya
Dari bintang maba sampai bintang toga
Untuk dia yang dulu tersesat mencari gedung fakultas
Disegel saat toga, dibuka saat dunia kerja menggigit
Kos, perpustakaan, ruang sidang, gerbang keluar
Yang di skripsi cuma satu baris. Ini sisanya.
Bunga wisuda tumbang besok. Yang ini tidak.
Gelar sudah di tangan. Sekarang, mau jadi apa?
Lulus bukan perpisahan. Ini pasal-pasalnya.
Satu foto per semester, sebelum ia tahu akhirnya
Film tentang orang-orang yang mendudukkannya di panggung
Amplop pertama yang menyebut huruf di belakang namanya
Perjalanan kiriman bulanan itu, dari keringat sampai toga
Pameran kecil untuk semua titik ia nyaris berhenti
Lulus tanpa toga tetap lulus. Ini panggungnya.
Wisudawan terbaik versi orang-orang yang menyayanginya
Satu layar penuh aplikasi kecil tentang masa kuliahnya
Galeri 3D yang bisa dimasuki, berisi perjalanan kuliahnya
Kado Memorie
Kado biasa
Linimasa perjuangannya: foto maba, momen KKN, hari sidang. Ditutup pesan bangga darimu.
Bisa. Kumpulkan pesan dari semua orang, jadikan galeri atau majalah bersama.
Malam sebelum wisuda paling mengena: ia membacanya saat gugup, dan besoknya melangkah lebih tegak.
Bisa untuk semua kelulusan: SD sampai S3, termasuk kelulusan yang tidak pakai toga.